Kamis, 15 Mei 2008

Gigi patah ??? Tak usah cemas......

Siapapun tidak menghendaki terjadi kecelakaan pada dirinya, namun yang namanya na'as selalu tidak dapat kita hindari. Selain menyebabkan luka, kecelakaan juga selalu menimbulkan trauma yang mendalam pada seseorang.
Kecelakaan tidak saja dapat menimbulkan luka yang serius pada permukaan tubuh, tetapi rongga mulut juga selalu menjadi bagian yang terimbas dari sebuah kecelakaan. Imbas itu beragam, mulai hanya terasa nyeri pada gusi yang tergesek, gigi yang ngilu pasca kecelakaan, gigi goyang, gigi yang patah bahkan gigi yang langsung terlepas di tempat kecelakaan terjadi. Banyak orang tidak mengerti apa yang akan dilakukan dokter gigi pasca kecelakaan yang melibatkan gigi. Ketidaktauan kita selalu menyebabkan kita berpikir bahwa kita akan kehilangan gigi dan membayangkan betapa malunya bila harus tampil tanpa gigi selama beberapa waktu.
Sekecil apapun akibat yang terjadi pada gigi, sebaiknya segera di cek ke dokter gigi terdekat. Karena ngilu, kegoyangan atau patah yang terjadi pada gigi itu masih dapat diperbaiki.

Perawatan berikut biasanya dapat menjadi pilihan untuk perawatan gigi kita selanjutnya :

* foto rontgen : hal ini mutlak dilakukan untuk melihat kondisi gigi dan tulang pendukungnya
* Pengikatan Gigi : hal ini biasanya dilakukan pada gigi yang mengalami kegoyangan yang parah
* penambalan gigi : hal ini dilakukan untuk menyambung bagian gigi yang patah.
* Jacket crown :ini dapat menjadi perawatan pilihan apabila gigi yang patah sudah sangat parah atau perawatan dengan penambalan diperkirakan tidak akan cukup kuat untuk menahan beban pengunyahan. Ini juga dapat dilakukan pada gigi patah yang hanya menyisakan akar saja, dimana akar gigi yang tinggal berfungsi sebagai retensi.
* Immediate denture : pembuatan gigi palsu jenis ini dilakukan apabila gigi tidak lagi dapat diselamatkan dan pasien tidak ingin tampak ompong di depan publik. Perawatan dilakukan dengan mencabut gigi dan gigi palsu langsung dipasangkan tanpa menunggu penyembuhan luka.

Jadi..............gigi patah..tak perlu dicemaskan. Tehnologi saat ini membuat kita mampu tetap tersenyum lebar, walau kemarin gigi depan patah dan mengurangi senyum kita....

Gigiku kok jadi kuning, yaaa...?

Banyak pasien di praktek selalu menanyakan,
"dok, gimana ya gigi saya ini biar bisa putih...makin tua kok makin kuning ya..?".
Pertanyaan seperti ini gak sekali dua kutemui di praktek...seperti apa sih sebenarnya warna gigi bisa berubah?

Pada dasarnya warna gigi manusia punya banyak gradasi, mulai dari putih mutiara hingga putih kecoklatan. Warna gigi juga akan semakin kontras sesuai dengan warna kulit si empunya. Orang kulit hitam biasanya lebih cendrung memiliki gigi yang lebih putih dibanding orang yang berkulit putih.

Penyebab perubahan warna gigi bisa macam-macam, mulai dari pemakaian antibiotik (tetrasiklin) pada masa kanak-kanak, hingga ke penggunaan air dengan kandungan mineral tertentu dalam kadar yang tinggi (fluor yang bisa menyebabkan timbulnya stain kecoklatan).
Penyebab yang sering muncul adalah discolorisasi gigi yang disebabkan oleh bahan-bahan makanan atau rokok yang sering digunakan. Penghisap rokok akan selalu mengeluhkan giginya menjadi lebih kehitaman setelah sekian tahun merokok. Stain (noda hitam) pada gigi yang sering terbentuk pada perokok biasanya memiliki kecendrungan untuk menyebabkan warna gigi berubah menjadi lebih kuning dari sebelumnya.

Apapun yang terjadi dengan warna gigi, ilmu kedokteran gigi punya cara untuk meringankan atau menghilangkan warna gigi yang mengganggu, mulai dari membersihkan karang gigi yang dapat langsung merubah performa gigi kita, hingga ke pelapisan gigi dengan bahan tambal/veneer sehingga gigi yang kecoklatan pun bisa tambil kinclong.
Apa yang mesti dilakukan bagi temen-temen perokok?

Pertama, lakukan pembersihan karang gigi secara berkala, sehingga karang gigi hilang dan stain gak sempat merajalela dan menyebabkan perubahan warna pada email gigi. Kalau performa gigi belum cukup memuaskan alias kurang kinclong, alternatif yang bisa dilakukan adalah melakukan dental bleaching alias pemutihan gigi dengan bahan kimia. Tindakan ini bisa kita lakukan sendiri di rumah atau dilakukan dokter gigi.

Tapi jangan mengharapkan hasil bleaching yang dilakukan akan terus bertahan, karena perubahan warna kembali akan terjadi kalau kita terus melakukan kebiasaan merokok atau minum kopi misalnya.

Buat temen-temen yang punya masalah dengan perubahan warna yang disebabkan oleh tetrasiklin, bisa punya gigi yang bagus lho..! caranya, pertama tetap lakukan pembersihan karang gigi, kemudian bikin janji dengan dokter gigi untuk melakukan pembuatan veneer alias pelapisan mahkota gigi dengan bahan tambal. Untuk metode ini, lapisan email gigi sebelah depan akan dibor sedikit untuk memberikan tempat bagi bahan tambalnya, terus bahan diaplikasikan, hasilnya bisa bagus banget, lho....

Kayaknya infonya cukup dulu ya... kalau ada yang mo nanya-nanya, boleh banget...kalo ada yang punya teori terbaru juga sangat ditunggu masukannya...

Gigi berlubang, Ditambal atau dirawat, yaaa?

Gigi adalah jaringan tubuh yang paling keras dibanding yang lainnya tetapi walaupun demikian gigi juga merupakan jaringan tubuh yang mudah sekali mengalami kerusakan apabila kita tidak tau cara menjaga dan merawatnya.

Proses kerusakan gigi geligi diawali dengan lubang gigi atau karies. Pada awalnya, karies hanya terjadi pada email saja, dan apabila dibiarkan, karies akan menjalar ke dentin dan akan berlajut lagi ke struktur di bawahnya yaitu ruang pulpa.Karies yang hanya mengenai email dan dentin tidak akan menyebabkan rasa apa-apa. Karies yang sudah berlanjut ke dentin, dapat menimbulkan rasa ngilu dan terkadang sakit mendalam dalam durasi singkat apabila tertekan makanan. Apabila tidak cepat ditambal, maka karies akan berlanjut hingga menembus ruang pulpa yang akan menyebabkan meradangnya pulpa bahkan kematian pada pulpa.

Nah, kalau gigi kita dah terlanjur berlubang, gimana nih….?

Beberapa langkah dibawah ini bisa jadi pilihan

1. Penambalan gigi dapat dipilih bila karies masih menyerang email dan dentin. Tapi, kalau karies sudah terlalu dalam hingga menyebabkan rasa ngilu yang sangat, dokter gigi biasanya akan memberikan perawatan awal, dimana pada kunjungan pertama akan diberikan semacam obat ke dalam gigi yang fungsinya untuk merangsang pertumbuhan dentin baru, sehingga mengurangi ngilu. Pada perawatan jenis ini, biasanya kita harus menunggu selama 3 bulan sebelum dilakukan penambalan.

2. Perawatan saluran akar. Jangan frustasi karena gigi yang berlubang sudah terlanjur sakit karena minuman yang dingin atau panas, atau karena gigi sudah mati hingga berwarna hitam, karena gigi itu masih bisa dirawat. Gigi yang busuk masih bisa ditambal, lho. Cuma, untuk itu biasanya diperlukan minimal 4 kali kunjungan pada perawatan saluran akar konvensional. Tetapi sekarang gigi kita yang sakit, mendenyut atau sudah membusuk itu langsung bisa ditambal dengan sekali kunjungan.

3. Dicabut. Halah, ini sih jalan terakhir ya. Sebisa mungkin gigi yang masih ada dipertahankan sajalah, jangan sampe dicabut.

Soal tambalan, kita bisa juga milih jenis tambalan, sesuai dengan kocek kita. Kalau gigi belakang ada tiga alternatifnya. Tambalan amalgam (warnanya keperakan, kuat lho, bisa sampe 10 tahunan) harganya relatif lebih murah dan biasanya dianjurkan untuk gigi belakang, karena tidak mengganggu estetika senyum si pemilik gigi. Tambalan Resin (warna bisa sesuai dengan gigi, relatif kuatbisa bertahan 5 tahunan lebih, tergantung posisi lubangnya) harganya relatif mahal, karena estetika yang dicapai jauh lebih baik dari amalgam. Inlay alias tambalan cor. Jenis ini memerlukan waktu yang relatif lebih lama karena tambalannya dibuat di dental lab, tidak langsung dalam mulut.

Aduh, sariawan lagi....

Hampir tiap bulan sariawan mengampiriku. Yang satu ini sungguh bikin tersiksa. Sepertinya sih sepele..tapi gak bisa dianggap sepele..
kok gitu..? penyakit sepele karena sariawan bisa sembuh dengan sendirinya, dan tidak bisa dianggap sepele karena gara-gara sariawan PD bisa drop lantaran mulut agak bau, bibir kering dan yang paling nyebelin...pedihnya itu lhoooooooo.

Sariawan disebabkan oleh banyak faktor. Stress, faktor hormonal, faktor mekanis (tergigit, tertusuk makanan), dan kekurangan vitamin c ditengarai sebagai penyebab sariawan.

mencegahnya rasa-rasanya agak sulit ya...
karena dah banyak konsumsi vitamin C tetap aja bisa sariawan. Pencegahan yang paling mungkin cuma bisa gimana sih mengatasinya...?
dilakukan kalau gejala awal sariawan dah muncul. itupun dengan memberi obat.

Buat kamu-kamu yang sering sariawan..mungkin bisa coba salah satu dari obat-obat ini...(bukan bermaksud promosi lhoo)
1. Albotyl...rasanya pedih banget...
2. Pyralvex....sama pedihnya, tapi lebih cepat sembuhnya..
3. Solcoseryl oral base, yang ini gak pedih dan sembuhnya cepet...obat ini mengandung bahan anastesi..sehingga waktu dipake, gak pedih malah agak kebas. Cuma mesti teliti...sediaan solco ini ada 2, satu gel satu pasta...yang gel itu bisa untuk pemakaian di mulut tapi lebih efektif kalo untuk kulit..karena di mulut kurang lengket. Tapi kalo yang pasta...emang untuk mulut..

Hmmm semoga bisa membantu saat sariawan menghampiri..